DIALEKSIS.COM | Idi - PT. Medco E&P Malaka adalah anak perusahaan Medco Energi yang dimiliki penuh, bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi dengan operator wilayah kerja Blok A, berlokasi di Kabupaten Aceh Timur.
DIALEKSIS.COM | Aceh Timur - Tim penyidik Polres Aceh Timur, melakukan penyelidikan terkait dugaan bocor gas PT Medco E&P Malaka, sehingga mengakibatkan 30 warga Desa Panton Rayeuk, Kecamatan Banda Alam di larikan ke rumah sakit.
DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Sebanyak 446 jiwa terpaksa mengungsi di Kantor Camat Bandar Alam, diduga setelah menghirup gas yang terhembus ke rumah warga, diduga sumber gas tersebut dari PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) Aceh Timur, sejak Minggu (24/9/2023) pada 18.30 Wib.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh meminta kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membekukan izin operasional PT Medco E&P Malaka atas insiden keracunan warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Aceh, Kabupaten Aceh Timur.
DIALEKSIS.COM | Aceh Timur - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Anwar Idris, menyebutkan ia sangat menyesali peristiwa keracunan sesak nafas dan muntah-muntah warga Aceh Timur yang diduga akibat aktivitas Slickline PT Medco E&P Malaka yang kembali terjadi pada hari, Minggu, 24 September 2023, sekira pukul 18.05 Wib di Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Pipa gas PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) Aceh Timur, diduga bocor dan menyebabkan warga keracunan. Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi meminta perusahaan untuk bertanggung jawab atas peristiwa kelalaian tersebut.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pencemaran lingkungan akibat beroperasinya PT Medco E&P Malaka berdampak pada kesehatan masyarakat dan kenyamanan warga yang tinggal di lingkar perusahaan.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pencemaran udara produksi minyak dan gas milik PT Medco E&P Malaka telah memakan korban dari perempuan, anak hingga ibu hamil dan serta para lansia yang tinggal di lingkaran tambang.
Kondisi kebauan selama 2023 pun masih terus terjadi dan beium ada penanganan yang serius dari Pemerintah maupun pihak perusahaan.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI Aceh) meminta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) agar segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk tangani pencemaran udara yang terjadi di PT Medco E&P Malaka. Karena kebauan yang terjadi di sana sudah berdampak terhadap menurunnya kualitas kesehatan masyarakat, terutama perempuan, anak-anak, ibu hamil hingga lansia.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh menyambut baik respon cepat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tangani pencemaran limbah udara dari proses produksi minyak dan gas milik PT Medco E&P Malaka.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) mengutamakan aspek keselamatan kerja dan lingkungan dalam kegiatan operasi. BPMA dan Medco E&P merespon dan mempelajari setiap laporan keluhan warga di area operasi dengan cepat.
DIALEKSIS.COM | Aceh - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh mengingatkan PT. Medco E&P Malaka bahwa pencemaran limbah udara dari proses produk minyak dan gas telah memakan korban perempuan, anak hingga ibu hamil serta para lansia yang tinggal di lingkaran tambang.
DIALEKSIS.COM | Aceh Timur - Ustad Wandy, Imam Mukim Indra Makmu mengapresiasi perusahaan Migas PT Medco E&P Malaka beserta karyawan yang telah membangun rumah semi permanen untuk Sari Banun, janda miskin yang tinggal di lingkungan Kuburan, tepatnya di Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, Senin (21/02/2022).
DIALEKSIS.COM | Aceh Timur - Sejumlah warga di Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Kuta Alam, Aceh Timur, mengalami keracunan akibat gas beracun yang dikeluarkan dari pencucian sumur gas milik PT Medco E&P Malaka, yang berada di Gampong Alue Siwah Kecamatan Indra Makmu, Jumat (9/4/2021). Berdasarkan informasi dari warga setempat, kronologi penyebaran gas beracun ini disebabkan karena pembakaran gas beracun itu tidak habis terbakar.